
sumber: freepik.com
Hobi merupakan salah suatu kegiatan yang disukai seseorang, semua orang tentu memiliki hobi, termasuk Anda mulai dari hal yang berkaitan dengan olahraga, seni, musik, memasak, menulis, membaca buku, dan lainnya.
Beberapa orang terkadang memiliki hobi yang unik dan lain dari biasanya, bahkan hobi tersebut pun akhirnya dapat menghasilkan uang. Lalu apa salahnya mengubah hobi Anda menjadi bisnis? Sama sekali tidak ada salahnya, justru menjadikan hobi sebagai bisnis sudah membantu Anda untuk menemukan ide dan membuka peluang usaha baru.
Hobi yang berpotensi untuk dijadikan bisnis contohnya misalkan adalah hobi memasak, membuat kue, membuat kerajinan tangan, desain grafis, olah raga seperti renang, basket, dan apa pun yang secara harafiah dapat memberikan nilai bagi orang lain.
Masalahnya adalah banyak dari kita takut untuk mencoba dan berusaha, bahkan walaupun kita sadar bahwa kita memiliki keterampilan yang dapat dipasarkan, kita tetap tidak mencobanya karena berbagai anggapan yang memandang rendah pekerjaan yang berdasarkan hobi dan ketakutan akan gagal dan dipandang sebelah mata. Hal ini bisa menjadi penghambat bagi seorang individu untuk berkembang dan memaksimalkan potensi mereka.
Mencoba berbisnis dari hobi
memang tidaklah mudah, namun dengan persiapan dan perencanaan yang baik, anda
bisa menikmati hasil positif. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat
dicoba:
1.
Membuat Rencana Bisnis dari Hobi
Pada awal mula untuk menjadikan hobi kita sebagai sebuah bisnis beberapa jenis hobi membutuhkan persiapan dalam bentuk modal secara finansial namun sebagian hobi lainnya tidak. Apabila hobi kita adalah hobi yang membutuhkan modal finansial di awal, anggap saja untuk membuat promosi masakan, iklan kue-kue buatan kita, contoh produk-produk kerajinan tangan etnik yang akan kita jual, maka kita harus merencanakan kira-kira berapa banyak modal yang kita butuhkan untuk tahap awal bisnis kita tersebut. Apabila status finansial kita cukup memadai tentunya kita tidak perlu pusing memikirkan modal awal tersebut. Namun apabila kemampuan finansial kita kurang memadai maka kita harus mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mendanai bisnis kita tersebut. Kita harus menabung, mengumpulkan uang dari pekerjaan lain yang saat ini kita jalani (yang mungkin suatu saat ingin kita tinggalkan karena terasa begitu melelahkan dan tidak sesuai dengan passion kita).
2. Melakukan Promosi di Awal Bisnis
Ketika kita memulai hobi bisnis kita
tentu saja orang-orang masih banyak yang belum mengetahui tentang bisnis kita
tersebut. Maka disinilah kita perlu mempromosikan bisnis tersebut. Untuk bisnis
dalam bentuk barang, tidak ada salahnya jika kita memberikan diskon besar di
awal penjualan agar konsumen tertarik untuk mencoba dan mengenal produk kita.
Untuk bisnis dalam bentuk jasa, kita bisa memberikan free trial atau kelas gratis bagi para calon
konsumen kita.
3. Memaksimalkan Waktu untuk Bisnis Tersebut
4.
Meng-Online kan Bisins Tersebut
Agar konsumen lebih mudah mengenali
dan mendapatkan informasi tentang produk-produk kita, maka kita perlu
mempromosikannya secara online. Apabila bisnis kita dalam bentuk barang kita
perlu membuat website atau akun media sosial khusus untuk produk-produk yang
kita jual. Disini tampilan produk, tata cara pemotretan, dan keterangan tentang
produk harus diperhatikan dengan baik. Apabila bisnis kita dalam bentuk jasa
maka kita perlu menjaga citra diri kita baik di dunia maya maupun di dunia
nyata. Jangan sampai calon konsumen mengurungkan niat menggunakan jasa kita
karena merasa ill-feel dengan kata-kata dan perilaku kita yang tidak sopan.
5.
Menjalin Networking
Salah satu kunci kesuksesan suatu bisnis adalah apabila orang atau bisnis tersebut mampu menjalin kerja sana dan hubungan baik dengan mitra kerja dan konsumen. Selalu bayar supplier tepat waktu, jaga kualitas produk, jangan segan untuk bertegur sapa dan memberikan ucapan selamat pada saat hari raya, semuanya itu adalah hal-hal yang terlihat remeh namun penting untuk menjaga hubungan baik dengan mitra kerja dan konsumen.
6. Memperlakukan Hobi Sebagai Pekerjaan










0 Comments:
Post a Comment