Banyak orang yang bermimpi untuk memiliki restorannya sendiri. Terutama setelah melihat adanya peluang untuk mendapatkan keuntungan melalui bisnis kuliner tersebut.
Sayangnya, saat baru dimulai, tidak semua bisnis restoran bisa berjalan dengan lancar dan terus berkembang. Terkadang kita bahkan mendengar adanya restoran-restoran yang terpaksa ditutup setelah berjalan beberapa waktu.
SALAH SATU ALASAN TERJADINYA KEGAGALAN BISNIS RESTORAN BISA DIKARENAKAN SI PEMILIK TIDAK MAMPU MERENCANAKAN DAN MENJALANKAN BISNISNYA DENGAN TEPAT DARI AWAL.
Tak jarang pemilik restoran tak punya rencana yang matang ketika harus menghadapi masalah-masalah serta biaya-biaya tak terduga yang bisa muncul kapan saja.
Salah satu cara untuk bisa mengatasi dan mencegah hal tersebut adalah dengan benar-benar memiliki perencanaan bisnis (business plan) yang matang.
Dengan membuat perencanaan bisnis, banyak hal terkait dengan usahanya yang dapat dipahami dengan jelas.
Hal-hal tersebut mungkin saja tidak terpikirkan pada awalnya jika langsung dijalankan tanpa membuat perencanaan yang matang.
Selain itu, adanya perencanaan bisnis juga sangat membantu pebisnis kuliner terutama jika ingin mendapatkan dukungan bantuan dari pihak bank maupun investor.
Lebih mudah bagi pemilik bisnis kuliner untuk menjelaskan tentang bisnis restoran, posisi saat ini, serta target dan tujuan ke depan dengan adanya perencanaan bisnis yang matang.
Hal ini mengingat pihak bank maupun investor biasanya akan memberi dukungan bantuan modal pada usaha yang sudah jelas asal-usul dan projeksi rencananya.
Poin-poin penting dalam perencanaan bisnis restoran
Perencanaan bisnis yang benar-benar matang pastinya akan semakin mempermudah si pebisnis kuliner dalam merencanakan dan menjalankan restorannya.
Lalu apa saja ya hal-hal yang harus ada dalam perencanaan bisnis restoran? Berikut setidaknya ada 10 poin yang sudah dirangkum.
1. Nama dan logo restoran
Nama dari usaha restoran yang dijalankan pastinya harus dicantumkan dalam perencanaan bisnis.
Selain itu, bisa juga memasukkan logo dari restoran yang hendak dijalankan.
Anda yang ingin memiliki logo restoran namun tak tahu bagaimana membuatnya, bisa mempekerjakan freelance yang ahli dalam bidang tersebut.
2. Konsep restoran yang jelas
Mendeskripsikan konsep restoran yang hendak dijalankan juga sangat penting. Hal ini bertujuan untuk membuat siapapun yang membaca benar-benar paham dengan ide yang ada.
Pastikan saat menjelaskan konsep ini benar-benar dibuat secara mendetail. Jelaskan juga sisi unik dari usaha tersebut.
3. Target pelanggan dan pengunjung restoran
Kalian harus bisa menjelaskan siapa saja yang akan menjadi target potensial untuk restoran tersebut.
Target pasar bisa dikategorikan menjadi 2 target besar. Apakah mereka dari kalangan kelas ekonomi menengah ke atas atau menengah ke bawah.
Target pasar bisa juga ditentukan dari target pelanggan restoran saat pertama kali datang, misalnya saja dikategorikan jumlahnya. Bisa 1-2 orang, beberapa orang, hingga target pengunjung berupa keluarga.
4. Menu restoran
Berhubung bisnis yang dijalankan adalah restoran, maka menyertakan informasi tentang menu apa saja yang hendak dihidangkan sangatlah penting.
Penting juga agar menu yang disajikan sesuai dengan target pelanggan yang diharapkan. Misalnya saja restoran dengan target pelanggan 1-2 orang, sajikan menu dengan ukuran yang porsi kecil hingga sedang.
Sedangkan untuk restoran berkonsep keluarga, menu yang disajikan bisa dengan ukuran yang lebih besar dan bervariasi. Mengingat jumlah orang yang datang di restoran keluarga biasanya 3 orang atau lebih. Namun tidak menutup kemungkinan adanya menu ukuran kecil dan sedang yang tersedia di restoran keluarga.
Juga, jangan lupa untuk menyertakan harga dan gambar dari masing-masing menu dalam buku menu yang akan disajikan, ya!
5. Pelayanan restoran
Poin yang satu ini secara tidak langsung akan berhubungan dengan konsep restoran yang sudah dibuat.
Jenis pelayanan apa yang ingin diberlakukan nantinya juga akan membantu menentukan berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Supaya pelayanan yang diinginkan bisa berjalan dengan baik.
6. Desain dan dekorasi ruangan
Gambaran tentang seperti apa desain dan dekorasi dari restoran tersebut bisa dituangkan juga dalam perencanaan bisnis.
Bahkan tema restoran dan bagaimana tata ruangnya juga dapat tergambar jelas di sini.
Pihak yang dapat diperbantukan misalnya dari orang yang bekerja di bagian desain interior.
7. Tim manajemen
Apapun usahanya, manajemen yang baik akan membantu usaha tersebut berjalan dengan baik juga.
Itulah sebabnya dalam perencanaan bisnis ini, tentukan siapa saja yang akan bertanggung jawab dalam tim manajemen. Misalnya dalam skala kecil, keputusan dan penentuan siapa yang menjadi manajer restoran.
Namun tentukan juga apakah memang urgent dan perlu untuk mempekerjakan orang-orang dalam bagian manajemen tenaga kerja untuk bagian ini.
8. Lokasi restoran
Lokasi restoran juga bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah suatu usaha nantinya bisa berjalan baik atau tidak.
Itulah sebabnya penentuan lokasi juga harus dimasukkan dalam perencanaan bisnis. Pastikan juga lokasinya mendukung restoran untuk mencapai target pelanggan yang diinginkan.
9. Pemasaran untuk bisnis kuliner
Pemasaran yang baik tentu akan membantu restoran untuk bisa menjangkau lebih banyak pengunjung dan pelanggan potensial. Seperti yang pernah akan dibahas di artikel mengenai strategi pemasaran di bisnis kuliner.
Sehingga penting juga pemikiran tentang tipe pemasaran seperti apa yang hendak digunakan. Misalnya saja memasarkan restoran via media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Zomato.
Pemasaran juga bisa berupa diskon atau promo. Karena diskon atau promo sendiri lebih menarik pelanggan lama dan baru untuk memperkenalkan restoran dengan sukarela dan tanpa ada biaya tambahan.
Partner yang bisa diajak bekerjasama untuk memperkenalkan restoran sekaligus memberikan promo misalnya saja MyFave, Lakupon, Giladiskon, dan lainnya.
10. Pengelolaan keuangan restoran
Dari semua poin yang sudah ditulis, pastinya kini Teman STOQO bisa mulai memperkirakan seberapa besar dana yang diperlukan untuk merealisasikan rencana yang sudah dibuat.
Lalu jangan lupa juga sebelumnya tuliskan juga berapa budget yang dimiliki. Nantinya bisa dilihat apakah budget yang dimiliki saat ini cukup, kurang, atau berlebih.
Jika kurang, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan. Misalnya saja apa ada yang biaya yang bisa dikurangi? Adakah biaya yang bisa dibuat lebih efisien? Apakah perlu me-review kembali rencana-rencana yang sudah dibuat? Hingga, apakah ada yang bisa dilakukan untuk menambah budget tersebut?
Kesimpulan
Itulah beberapa hal penting yang bisa dipertimbangkan dan diperhatikan dalam perencanaan bisnis restoran.
Tentu perencanaan yang baik akan memberikan hasil yang baik. Jangan ragu untuk kembali menyusun rencana dan mengulang kembali dari langkah awal, jika dirasa rencana tersebut kurang sesuai untuk bisnis restoran yang diimpikan.
Tentunya kalian masih bisa menambahkan poin-poin lain yang sekiranya juga penting.
Ingatlah bahwa nantinya perencanaan bisnis ini juga bisa dibuat untuk melakukan evaluasi apakah rencana bisnis yang dibuat berjalan dengan baik atau tidak.











0 Comments:
Post a Comment